Minggu, 29 September 2019

Tugas Artikel Apresiasi 1 Seni Tari "BERAKSI" ISI Yogyakarta


APRESIASI SENI TARI

“BERAKSI”
Kamis, 12 September 2019
Institusi Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Artikel ini disusun guna Melengkapi Tugas Individu Apresiasi Seni Tari
Dosen Pengampu : Dyan Indah Purnama Sari, M.P.d

Nama Penulis : Muhammad Istanja
NIM : 2017015356
Kelas : 7A

PROGRAM  STUDI  PENDIDIKAN GURU SEKOLAH  DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA 
2019

I
PENDAHULUAN
Seni tari adalah seni yang menggunakan gerakan tubuh berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan mengungkapkan perasaan, maksud dan pikiran. Tarian merupakan perpaduan dari beberapa unsur yaitu raga, irama, dan rasa.
Tari adalah gerakan tubuh yang sesuai dengan irama yang mengiringinya. Tari juga berarti membangkitkan jiwa manusia melalui gerak ritmis, sehingga dapat menimbulkan daya pesona yang diberikan kepada orang lain adalah diberikan rasa dan emosional yang diberikan kehendak.

Menurut Dr Soedarsono, tari adalah gerak jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Gerakan pada seni tari diiringi musik untuk gerakan penari dan menyampaikan pesan yang disetujui. Seni tari memiliki gerakan yang berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berjalan. Gerakan pada tari tidak menantang tetapi ekpresif dan estetis. Agar suatu tarian harmonis, tarian harus memiliki makna yang disampaikan yang dapat dirasakan dan diapresiasi oleh audien. Gerakan seni tari mengajak anggota badan. Tidak ada tarian yang menggunakan anggota badan yang terkait dengan gerakan tari itu sendiri ( fleksibel).


II
Institut Seni Indonesia

A. Latar belakang pagelaran seni tari
Nama / Konsep : BERAKSI
Karya seni tari yang diberi nama BERAKSI ini, Merupakan Pagelaran seni tari ini digunakan untuk memenuhi tugas mahasiswa semester III
Tempat : Fakultas Seni Tari, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Pengisi acara

1. Penari : Mahasiswa Fakultas Seni Tari Institut Seni Indonesia Yogyakarta semester III
2. Pembawa acara : Mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta semester V 
3. Pengiring musik : Mahasiswa Fakultas Seni Tari Institut Seni Indonesia Yogyakarta semester III dan V.

B. Unsur-Unsur Apresiasi Seni Tari


keterangan : 
Foto ini diambil ketika pulang dari pementasan pagelaran seni tari yang berada di institut seni Indonesia Yogyakarta. Dikarenakan salah satu teman saat menikmati pertunjukan tari tersebut mengalami gangguan yang tidak dapat ditangani secara fisik ( kesurupan) maka saya dan Teman Teman mengusrus salah satu teman saya yang mengalami gangguan tersebut, sehingga sebelum pertunjukan selesai kami mengurus teman kami , dan kami tidak dapat mengambil gambar bersama penari yang berada di pendapa tersebut.

1. 5W+1H
Penari             : Mahasiswa Fakultas Seni Tari semester III Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Judul : BERAKSI
Jenis tari : Beragam (perpaduan dari beberapa jenis tari)
Tempat : Pendapa Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Tujuan : Guna memenuhi nilai tugas mahasiswa semester III Fakultas Seni Tari, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Sususan acara : Pembukaan (dibuka dengan akustik lagu karya mahasiswa ISI),  Sambutan dari para dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Penampilan dari Mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan, Pementasan seni tari bertajuk BERAKSI.

Seni tari yang diselenggarakan dengan nama BERAKSI ini memiliki makna Berkreasi (Berkarya Ruang Ungkap Ekspresi Diri) yang diselenggarakan pada hari Kamis, 12 September 2019 pada pukul 20.00-selesai di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tarian ini menyuguhkan tentang kekayaan dan keberagaman tari yang ada di Indonesia. Mereka berusaha untuk membuat mainset para penonton atau penikmat seni bahwa tarian itu terkesan tidak membosankan. Mereka mengemas dengan cara yang membuat mata penikmatnya merasa terpana dan seakan-akan ikut berpartisipasi dalam tarian tersebut.

2. Filosofi
Filosofi dari tarian yang disajikan adalah adanya karakteristik antara masing-masing daerah di Indonesia yang memiliki latar belakang dan sejarah tariannya masing-masing.

3. Sejarah 
Sejarah tarian tradisional di Indonesia lebih menekankan pada kisah masa lalu yang ada di daerah masing-masing. Mereka mengangkat kebisaan ataupun cerita yang berkembang dimasyarakatnya, ataupun kepercayaan mereka yang dikemas menjadi sebuah tarian.

4.        Makna
Makna dari tarian yang disajikan adalah bagaimana manusia mampu hidup selaras  dengan manusia itu sendiri ataupun dengan binatang, tumbuhan dan segala elemen yang ada di alam agar tercipta kesinambungan yang mampu menciptakan kelestarian di alam semesta.





III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Tari adalah perasaan yang dibawa dari dalam diri manusia, yang kemudian diungkapkan dengan suatu gerakan yang mempunyai suatu makna tersendiri agar manusia mengerti arti dari suatu tarian tersebut.
Karya seni tari yang bernama BERAKSI merupakan karya seni tari yang menyuguhkan tarian dari masing-masing daerah di Indonesia dengan ciri khas dan sejarahnya masing-masing yang disuguhkan dengan nilai estetika yang tinggi guna kelestarian ke depannya.


B. Saran

Saya pribadi berharap sebagai manusia Indonesia yang kaya akan dengan ragam budaya dan keaslianya, baik dari lagu ataupun tarian , cintailah tarian yang berada di sekitarmu cintailah budayamu sendiri jangan terobsesi dengan budaya yang biasa disebut dengan kata asing, cintailah karya anak bangsa, Hormatilah pendahulu kita, kelak kita akan bias melangkah menjadi lebih baik.


IV
DAFTAR PUSTAKA

https://trianilestari61.wordpress.com/seni-tari/pengertian-seni-tari/

LAMPIRAN


Lokasi dokumentasi : Institut Seni Indonesia




Kamis, 07 Maret 2019

KARYA SENI PERUPA (AFFANDI)

APRESIASI KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI
“MOTHER’S ANGER”
Rabu, 06 Maret 2019
MUSEUM AFFANDI
Makalah ini disusun guna Melengkapi Tugas Individu Apresiasi Seni Rupa
Dosen Pengampu : Dyan Indah Purnama Sari, M.P.d


Nama Penulis : Muhammad Istanja
NIM : 2017015356
Kelas : 6D


PROGRAM  STUDI  PENDIDIKAN GURU SEKOLAH  DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2019



PENDAHULUAN

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna akan tetapi dibuat sesuai dengan prinip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya unsure-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat dan struktur itu sendiri. Dengan kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya snei lebih penting dari jumlah bagian-bagiannya.
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah. Contohnya: seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagianya.
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan.alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media tertentu kepada media yang digunakan.










ISI

A. Biografri seniman Affandi
Nama: Affandi Koesoema
Monumen: Museum Affandi
Pekerjaan
a. Guru,
b. Tukang sobek karcis,
c. Artisan,
d. Pembuat ambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung,
e. Komisi Peri Kemanusaiaan Konstituante.
     Organisasi :
a. Kelompok Lima Bandung,
b. Lembaga Kebudayaan Rakyat,
c. Pusat Tenaga Rakyat,
d. Seksi Kebudayaan Putra,
e. Anggota Akademi Hak-hak Asasi Manusia,
f. Komite Pusat Diplomatikc Academy Of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano, Florence, Italia.
g. Aggota Dewan Penyatuan ISI, Yogyakarta 1986.

     Dikenal atas :  Pelukis Naturalisme dan Ekspresionisme
     Suami/Istri           :  Maryati (istri pertama), Rubiyem (istri kedua)
     Anak :  Kartika Affandi, Juki Affandi
     Orang tua :  Raden Koesoema
     Kerabat :  Helfy Dirix (cucu)
     Penghargan

a. Piagam Anugerah Seni,
b. Department Pendidikan dan Kebudayaan 1969,
c. Doktor Honoris Causa dari University of Singapore, 1974.
d. Dag Hammarskjold,
e. International Peace Price (Florence, Italia, 1997).
f. Bintang Jasa Utama, Tahun 1978.
g. Julukan Pelukis Expresionis Baru Indonesia Oleh Koran Intrnational Hearl Tribune. Gelar Grand Maestro di Florence, Italia

Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya, dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.
Pada umur 26 tahun, pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi. Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.
B. Karya seniman Affandi Koesoema “Mother’s Anger”

 




1. 5W+1H
Pelukis: Affandi
Tahun karya: 1960
Judul : ‘Mother’s Anger
Media : Oil on Canvas
Aliran : Ekspresionisme
Dibuat : Jakarta rumah affandi
Lukisan dibuat pada 1960, mengisahkan kekecewaaannya kepada sang ibu yang meninggalkannya tanpa mau mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Dalam lukisan ini ibunya digambarkan seolah bergerak: awalnya berdiri di hadapan Affandi, kemudian pergi meninggalkannya begitu saja.
Dalam kesempatan lain, pria yang disebut sebagai ‘Pelukis Ekspresionis Baru Indonesia’ oleh media cetak International Herald Tribune ini menggambarkan ibunya yang belum rela mengetahui anaknya yang akan meninggalkannya sendiri karena mengejar studi di India. Affandi sempat mendapat beasiswa dari pemerintah India untuk kuliah di bidang lukis di The Art School Shantineketan Tagore University India pada tahun 1949. Ia tidak lupa akan ekspresi derita serta ketidaksiapan ibunya, kemudian melukiskannya sebagai suatu ‘kompensasi’ pada ibunya.
2. Filosofi
Affandi sedang mengapresiasikan apa yang dirasakanya saat itu affandi hendak ijin kepada sang ibu saat ingin melakukan pameran kesenian di  New York. Sang ibu mencoba untuk mengabaikan Affandi tanpa mendengarkannya terlebih dahulu. Lukisan ini menggambarkan dua pergerakan seperti yang terlihat di lukisan ”Dia Datang, Dia Menunggu, Dia Pergi”. Kepandaian Affandi dalam menggambarkan pergerakan waktu perubahan gesture juga terlihat dalam metode ini.
3. Sejarah
Lukisan “Mother’s Anger” dibuat pada tahun 1960 oleh Affandi yang di mana lukisan ini sangat bersejarah di dalam lukisan ini menggambarkan ibunya yang belum rela mengetahui anaknya yang akan meninggalkannya sendiri karena hendak melalukan pameran di New York.. Affandi sempat mendapat beasiswa dari pemerintah India untuk kuliah di bidang lukis di The Art School Shantineketan Tagore University India pada tahun 1949. Ia tidak lupa akan ekspresi derita serta ketidaksiapan ibunya, kemudian melukiskannya sebagai suatu ‘kompensasi’ pada ibunya.
4. Makna
 Setiap orang mengekspresikan rasa tersebut dengan cara berbeda, termasuk Affandi. Dengan lukisannya yang ekspresif menjadikan sebuah karya berharga dan bermanka bagi siapapun yang melihatnya.



III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Karya seni rupa Affandi yang berjudul “Mother’s Anger”  merupakan karya seni rupa dua dimensi yaitu karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah.
B. Saran
Saya banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada saya demi sempurnanya tulisan ini dan penulisan di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya juga para pembaca.




LAMPIRAN